Kasihan mereka,luasnya dunia ini namun mereka masih dalam kesempitan,mengapa
tiada ruang langsung pada mereka,sungguh pun taburan rezeki dimuka bumi ini ada
yang belum diterokai,namun keupayaan mereka terkawal oleh kerakusan nafsu yang
dahagakan keagongan,takut hilang sanjungan,bimbang akan jatuh kedudukan,lantas
yang dibawahlah yang menjadi sasaran,satu penggal ke satu penggal,namun tiada pun
menampakan perubahan.apakah dunia ini hanya memerlukan sanjungan.
Kasihan mereka,turun dari segenap pelusuk menunaikan kewajipan demi janji janji
yang indah,memilih satu takhta untuk yang pernah berjanji,meninggalkan sepenanak
nasi demi menaruh harapan,mengendung warisan dalam peritan mentari dan kuyup
nya dek hujan pagi,melaungkan selogan kemenangan dan senandung masa depan,
sebuah bukit yang tinggi,nun disana tempat kamu nanti,itulah patah bicara siburung
rajawali,si pipit mendongak dengan penuh impian mengutip bijirin dari lebihan.
Kasihan mereka,siang tetap siang,malam bagaikan siang,tinggal kewajipan nafkah
pada suri dirumah,meninggalkan nafkah batin terhadap dengkuran pelindung rumah
tangga,demi kerana satu impian palsu,bising suara suara kelaparan,air maneral botol
kecil dijadikan suapan mengantikan susu,mengheret waktu dibawah pondok kecil
yang tidak menjanjikan keselamatan mutlak.
Kasihan mereka,hari ini harapan mereka hanya tinggal harapan,penantian mereka kian
luntur,beralih angin pada kekuasaan yang Maha Esa,satu haluan dalam satu lajnah,
berpegang pada satu kesimpulan yang abadi,mereka tetap dengan keringat mereka,
tidak lagi mengharap dan menanti kata kata bak puisi,dari janji yang tidak ada sudahnya,
bagi mereka apa guna menanti sebuah janji PEMBESAR.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan